Aquascape Biotope Style: Pengertian dan Penjelasannya

Aquascape Biotope Style – Aquascape biotope merupakan replika yang tepat dari lanskap perairan alami tertentu. Seperti sungai di Hutan Hujan Amazon hingga terumbu tropis Australia. Aquascape biotope mereplikasi setiap aspek dengan versi alami dari ikan dan tumbuhan hingga suhu air dan kimiawi.

Aquascape Biotope Style Pengertian dan Penjelasannya

Tujuan utama dari Biotope Style ini adalah untuk menciptakan pemandangan yang mencerminkan desain secara alami seperti yang ada di sungai, rawa, atau medan akuatik lainnya. Akibatnya, tantangan utama dari setiap aquascape biotope adalah kompatibilitas dan pemeliharaan. Karena lingkungan ini sangat sensitif dan unik untuk suatu area, sehingga pada pengelolaan dan simulasi lingkungan ini sama sulitnya.

Banyak benda bergerak yang harus dikelola, seperti kimia air, keserasian ikan, dan tumbuhan hidup yang bisa tumbuh secara harmonis. Gaya biotope, meskipun sulit dan ketat dalam penerapannya, Namun dapat mengarah pada salah satu aquarium yang lebih dinamis dan unik.. Namun, semua itu bergantung pada pengaturan pilihan kalian. Ada banyak ciri utama yang perlu dipertimbangkan.

Lihat Juga: Galeri Aquarium Laut

Fitur Utama

Aquascape Biotope adalah representasi unik dari lingkungan akuatik yang juga harus menyertakan penghuni alaminya. Sebagai perancang, tujuan utama kita adalah menemukan perpaduan kehidupan antara tanaman dengan spesies ikan yang benar, ditambah juga dengan tata letak serta lingkungan yang realistis. Sehingga dapat ditemukan sebuah lingkungan alami.

Hal ini dapat menimbulkan tantangan dalam hal pemeliharaan, Namun pedoman untuk Biotope Style ini sangat jelas dan tidak dapat dinegosiasikan. Karena fokus dari Biotope Style adalah menciptakan lingkungan alami yang juga melibatkan penghuni aslinya. Ada banyak Aquascape Biotope umum yang telah diciptakan kembali, seperti :

  1. Sungai New Guinea
  2. Rawa Amerika Utara
  3. Anak Sungai Blackwater Amerika Selatan
  4. Aliran Gunung
  5. Goa Bawah Tanah

Menciptakan desain Biotope yang sejalan dengan ekosistem ini, masing-masing menghadirkan fitur uniknya sendiri. Karena semuanya merupakan lingkungan alami yang dapat ditemukan saat ini. Sebelum pembuatan desainnya, untuk penerapan Biotope ini juga membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang signifikan tentang spesies tumbuhan dan ikan di masing-masing kawasan yang telah menjadi pilihan kalian.

Rekomendasi Desain dan Tata Letak

Saat membuat desain Biotope pilihan kalian, prinsip intinya adalah menciptakan kembali pemandangan yang dapat ditemukan di alam. Akibatnya, tata letak Aquascape Biotope biasanya tidak mengikuti serangkaian pedoman yang ditentukan. Namun, prinsip dasar aquascaping masih dapat diterapkan dengan menggunakan titik fokus tunggal dan menerapkan hardscape yang umum dalam style ini.

Lihat Juga: Galeri Aquascape

Misalnya, menggunakan bagian tengah kayu dapat memberikan ilusi akar di Hutan Hujan Amazon. Sebagai perbandingan, menggunakan batu dan substrat halus juga dapat digunakan untuk membuat ulang sungai Australia atau Selandia Baru.

Rekomendasi Pilihan Desain

Dengan cara serupa, tidak ada pedoman ketat atau spesies tumbuhan dan ikan yang direkomendasikan dalam Aquascape Biotope Style ini. Fokusnya tetap pada rekreasi lingkungan alami. Di luar spesies ikan atau tumbuhan dalam desain pilihan kalian, substrat dan hardscape yang digunakan juga harus sejalan dengan lingkungan alam yang dipilih. Untuk membantu memulai, berikut beberapa contoh spesies yang ditemukan dalam desain biotop paling populer :

Blackwater Creek Amerika Selatan

  1. Kerikil halus, pasir, atau tanah liat pada tingkat substrat.
  2. Spesies tumbuhan seperti Tanaman Pedang atau Vallisneria.
  3. Spesies ikan seperti Angelfish, Tetras, dan Dwarf Cichlids.

Sungai New Guinea

  1. Kerikil halus atau substrat tanah liat untuk memelihara kehidupan tanaman yang lebat.
  2. Tanaman seperti Vallisneria, Ceratopeteris Bolbitis, dan spesies tanaman hijau mengalir lainnya.
  3. Spesies ikan seperti Bettas, Rasboras, atau Glass Catfish.

Tantangan Dari Biotope Style

Aspek Biotope Style yang membuatnya menyenangkan adalah tantangannya. Membuat Aquascape Biotope membutuhkan pengetahuan dan pemeliharaan yang signifikan untuk mempertahankan lingkungan yang sehat. Pemahaman yang mendalam tentang ekosistem diperlukan agar desain ini bisa terlihat harmonis.

Di atas fakta tersebut, peralatan yang dibutuhkan juga bisa unik dan mahal. Namun, hal ini bergantung pada lingkungan yang akan dibuat ulang. Mengingat rawa atau desain Biotope yang tidak bergerak, tidak memerlukan penyaringan tambahan sebanyak tangki lainnya.

Di luar tantangan yang ditemukan dalam pemeliharaan dan pemahaman mendalam tentang ekosistem yang diciptakan kembali, gaya Biotope juga memberikan manfaat yang signifikan dalam pelestarian ekosistem ini. Para Biotope sejati akan mampu menciptakan kembali ekosistem dan juga dapat memberikan perlindungan untuk melestarikan spesies yang terancam punah, akibatnya gaya aquascaping ini lebih dari sekedar tujuan estetika. Tantangan yang jelas dari gaya aquascaping ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, tetapi imbalan dalam membuat Biotope semacam itu akan menjadi representasi akurat dari keterampilan dan komitmen aquascaper.

Contoh Desain Biotope

Aquascape Biotope Style 2

Aquascape Biotope Style