Galeri Desain Aquarium Air Tawar / Aquascape

Aquascape, Mengekspos Keindahan Dunia Air

Aquascape merupakan salah satu inovasi dalam dunia aquarium yang berusaha untuk menampilkan keindahan dunia air. Melalui wadah yang umumnya terbuat dari kaca yang kokoh dan transparan, keindahan bawah air ditampilkan oleh komponen-komponen biotik dan abiotik seperti pasir, bebatuan, kayu, tanaman, hingga beberapa mahluk hidup air.

Saat ini, aquascape telah menjadi tren di kalangan para pecinta aquarium dan interior rumah. Setelah muncul di kalangan para pecinta aquarium, aquaspace menjadi semakin banyak diminati dan digemari oleh banyak orang. Aquaspace kemudian banyak diterapkan sebagai salah satu elemen interior ruangan layaknya aquarium.

Penggunaan aquascape sebagai salah satu interior ruangan menjadikan ruangan terasa lebih segar, hidup, dan menyenangkan. Keindahan bawah air yang ditampilkan dan diekspos secara nyata juga bisa menjadi penghilang stres. Maka dari itu, elemen interior yang satu ini sangat cocok untuk diterapkan di ruangan yang terbuka, sehingga dapat diakses oleh banyak orang. Dengan ini, tidak hanya ruangan yang tampil indah, melainkan suasana hati dari orang-orang yang ada di dalamnya juga akan menjadi lebih tenang.

Perbedaan Aquascape dan Aquarium

Pada dasarnya, aquascape merupakan hasil pengembangan atau inovasi dari aquarium. Keduanya sama-sama digunakan untuk menciptakan ekosistem air dan menampilkan keindahannya agar bisa dinikmati oleh setiap orang. Lantas apa yang menjadi perbedaan antara aquascape dan aquarium?

Salah satu hal yang membedakan antara aquascape dan aquarium adalah fokus objek yang ditampilkan. Pada aquarium, fokus objek yang akan ditampilkan adalah mahluk hidupnya seperti ikan, lobster, kepiting, atau yang lainnya. Aquarium akan memberikan beberapa komponen tambahan seperti bebatuan, pasir, dan tanaman untuk menciptakan habitat yang sebisa mungkin hampir sama dengan habitat aslinya. Komponen-komponen ini digunakan untuk mendukung mahluk hidup yang menjadi fokus objek aquarium.

Sedangkan pada aquascape, yang menjadi fokus objeknya adalah ekosistem itu sendiri. Berbagai komponen seperti tanah, pasir, bebatuan, kayu, tanaman air, terumbu karang, dan beberapa mahluk hidup ditambahkan dan ditampilkan melalui aquascape tersebut. Berbagai komponen tersebut ditata sedemikian rupa agar mampu menghasilkan dunia air yang begitu alami dan indah, menggambarkan keindahan bawah air di alam yang asli. Beberapa aquascape memang menambahkan mahluk hidup aktif seperti ikan, kepiting, keong, dan sebagainya, namun itu semua hanya sebagai pelengkap saja.

Faktor yang Mempengaruhi Pembuatan dan Pemeliharaan Aquascape

Membuat aquascape tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun nampak hanya seperti air yang ditambahkan dengan komponen abiotik dan komponen biotik saja, namun ternyata pengelolaan dan perawatan aquascape juga cukup rumit. Karena berupaya untuk menjadikan ekosistem mini, maka berbagai unsur biotik dan abiotik dalam aquascape harus sangat diperhatikan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan atau pemeliharaan aquascape di antaranya sebagai berikut:

Faktor Pencahayaan

Pada umumnya, aquascape menampilkan berbagai tanaman air yang begitu indah. Sedangkan, sebagai tanaman, tentu saja dibutuhkan pencahayaan yang cukup untuk melakukan proses fotosintesis atau pengolahan zat yang dibutuhkan dalam kehidupan tanaman. Dengan demikian, dalam membuat dan memelihara aquascape, Anda harus bisa memberikan pencahayaan yang cukup, sehingga tanaman bisa tetap melakukan fotosintesis dan bisa bertahan hidup dengan baik.

Faktor Karbondioksida CO2

Masih berkaitan dengan tanaman yang ada di dalam aquascape, tentu juga dibutuhkan kandungan CO2 yang larut dalam air. Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dalam melakukan fotosintesis, selain membutuhkan cahaya, maka tanaman juga membutuhkan CO2 dan air. Oleh karena itu, dalam membuat atau memelihara aquascape, Anda harus memastikan bahwa di dalam air terdapat kandungan CO2 yang cukup tinggi, tergantung pada jumlah tanaman, pencahayaan, serta biota lain yang ada di dalam aquascape. Tanaman akan membutuhkan CO2 sebagai salah satu bahan fotosintesis dan menghasilkan zat gula sebagai nutrisi, serta oksigen yang kemudian di lepaskan ke lingkungan.

Keseimbangan Antara Cahaya dan CO2

Setelah mengetahui bahwa aquascape sangat memerlukan pencahayaan dan CO2, Anda juga harus mengetahui bahwa kedua komponen ini juga harus seimbang. Ketika pencahayaan yang diberikan pada aquascape cukup besar, maka tanaman juga akan memerlukan CO2 yang lebih besar. Demikian juga jika CO2 terlalu banyak, maka harus diimbangi dengan pencahayaan yang cukup tinggi agar kadar CO2 bisa dikurangi dan tidak menjadi racun bagi biota dalam aquascape.

Nutrisi Dasar

Meskipun tumbuhan mampu melakukan fotosintesis dan menghasilkan zat makanan bagi dirinya sendiri, namun ada sejumlah senyawa yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tanaman. Dengan demikian, tanaman harus bisa mendapatkan asupan senyawa tersebut dari lingkungan. Di sinilah peran adanya nutrisi dasar, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman akan terpenuhi dan mampu hidup dengan subur. Untuk itu, dalam pemeliharaan aquascape, secara berkala substrat atau media tumbuh tanaman air harus diberikan nutrisi dasar.

Nutrisi dasar bisa diberikan pada substrat dengan pupuk tancap. Dengan demikian, nutrisi akan berada pada substrat dan bisa diserap oleh akar-akar tanaman air. Selain itu, ada juga beberapa pemelihara aquascape yang menggunakan pupuk cair untuk memberikan nutrisi pada tanaman air. Namun demikian, ada beberapa anggapan bahwa pupuk cair yang dilarutkan pada air aquascape langsung akan memicu tumbuhnya alga yang akan membuat air aquascape menjadi hijau atau kekuningan.

Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi pada Pemeliharaan Aquascape

Dalam membuat atau memelihara aquascape, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan yang mampu mengakibatkan gangguan atau bahkan kegagalan pada aquascape. Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pemeliharaan aquascape di antaranya:

1. Salah Cara Memasukkan Air

Memasukkan air ke dalam aquascpe ternyata tidak bisa hanya sembarangan. Sebaiknya, air bisa dimasukkan ke dalam kolam dengan cara membatasi substrat yang ditimpa oleh air dengan piring atau plastik. Dengan demikian, air tidak akan langsung mengenai dan merusak substrat. Jika air langsung ditimpakan pada substrat, maka tatanan substrat bisa rusak sekaligus menjadikan pupuk dasar berhamburan.

2. Salah Cara Menanam Tanaman Air

Dalam menanam tanaman air, Anda juga harus bisa berhati-hati, sebab pada umumnya bagian-bagian tanaman air sangat rentan patah atau bahkan putus. Selain itu, ketika menanamkannya pada substrat, tidak bisa jika hanya dengan langsung menancapkannya saja. Anda bisa menggali terlebih dahulu, kemudian menimbunnya dengan substrat tanpa merusak pemupukan.

3. Salah Memilih Jenis Biota

Dalam memilih jenis ikan, Anda juga harus memilih biota yang aman dan tidak mudah merusak ekosistem dalam aquascape. Pastikan bahwa biota tersebut tidak banyak merusak substrat dan banyak memakan tanaman air.

4. Pencahayaan yang Terlalu Terang dan Lama

Pencahayaan memang dibutuhkan dalam aquascape. Namun, jangan sampai pemberian cahaya terlalu berlebih, sebab mampu menyebabkan perubahan suhu dan menurunkan kadar CO2 dengan sangat cepat.

5. Pemberian Aerator

Berbeda dengan aquarium yang membutuhkan asupan oksigen yang banyak, aquascape justru sebaliknya. Pemberian aerator justru mampu meningkatkan kadar O2 dan menurunkan kadar CO2, serta menjadikan proses fotosintesis terganggu.

Akvodecor – Pakarnya Aquascape dan Aquarium Air Laut

Copyright © 2013-2018