Ikan Diskus, Inilah Cara Memeliharanya dengan Benar

Ikan Diskus adalah ikan hias air tawar yang berasal dari Sungai Amazon, ikan ini memiliki nama ilmiah symphysodon. Ikan Diskus adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki warna tubuh yang cantik dan disertai dengan gerakannya yang anggun. Hal ini menyebabkan ikan diskus menjadi primadona di kalangan para pecinta ikan hias.

Ikan Diskus, Inilah Cara Memeliharanya dengan Benar

Ikan ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1840 oleh seorang peneliti bernama Dr. Johan Jacob Heckel. Pada masa awal penemuannya, ikan ini diidentifikasi menjadi empat jenis  diskus yang dikelompokan sebagai wild strain. Empat jenis diskus itu adalah :

  • Heckkel discus dengan corak garis hitam tebal vertikal di bagian tengah tubuhnya.
  • Brown discus dengan warna dominan kuning hingga cokelat kemerahan
  • Green discus dengan warna dasar cokelat kehijauan yang dihiasi dengan bintik- bintik    merah di tubuhnya.
  • Blue Striated discus dengan warna dasar kecoklatan disertai garis-garis panjang berwarna biru. Banyak orang beranggapan bahwa jenis diskus ini merupakan nenek moyang dari jenis turquoise yang sering dibudidayakan sekarang.

Baca Juga: Projek Aquascape Jungle Style

Dari keempat strain awal tersebut, berkembanglah ratusan jenis strain yang dikembangkan melalui perkawinan silang. Keberagaman strain pada ikan diskus menjadi salah satu daya tarik ikan ini.

Kita tentunya sangat ingin memelihara ikan ini, tetapi kami menjumpai banyak keluhan yang dialami oleh para pemula. Memang, memelihara ikan ini terbilang cukup sulit karena ikan ini cukup rentan terhadap penyakit. Kami akan memberikan beberapa tips penting yang bisa Anda coba di rumah terkait pemeliharan ikan diskus.

Cara Memelihara

  1. Perhatikan Kondisi Air

Kondisi air yang dimaksud mencakup temperatur air, derajat keasaman(ph), dan kandungan oksigen terlarut.

Di daerah aslinya (Sungai Amazon) yang merupakan hutan hujan tropis, ikan ini biasanya hidup pada temperatur air  sekitar 27-32 derajat celcius. Kita perlu menjaga temperatur air di dalam akuarium pada kisaran suhu tersebut. Untunglah Indonesia memiliki rata-rata suhu tahunan yang sama sehingga cocok untuk ikan diskus. Namun ada beberapa kota di Indonesia yang suhu rata-ratanya akan meningkat saat musim hujan salah satunya adalah kota Bandung. Untuk mengatasinya, kita bisa memberikan heater pada akaurium kita untuk menjaga agar temperatur air tetap optimal bagi ikan diskus.

Hal penting kedua adalah ph air, kondisi ph air yang cocok untuk ikan ini adalah sekitar 6,0 – 7,0. Jika Ph di  bawah atau di atas angka tersebut, ikan diskus akan mudah mengalami stress.

Lalu hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kandungan oksigen terlarut. Kita harus memastikan bahwa air di dalam akuarium kaya akan oksigen. Untuk memastikan bahwa air di dalam akuarium kaya oskigen, kita bisa menambahkan pompa dan aerator. Atau kita juga bisa menambahkan tanaman hias di dalam akuarium agar kandungan oksigen di dalam air semakin banyak dengan adanya proses fotosintesis dari tanaman.

  1. Ukuran dan Letak Akuarium

Sebenarnya tidak ada ukuran pasti mengenai akuarium yang harus digunakan dalam memelihara ikan diskus. Kita bisa menentukan sendiri seberapa besar akuarium yang akan kita gunakan. Namun hal ini harus disesuikan dengan ukuran dan jumlah ikan diskus yang hendak kita pelihara.

Letak akuarium juga perlu diperhatikan, jangan sampai kita meletakan akuarium diskus di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung karena sinar matahari dapat menyebabkan tumbuhnya lumut pada kaca akuarium dan dapat menggangu suhu air di dalam akuarium. Kita sebaiknya meletakan akuarium diskus di dalam ruangan yang tidak tepapar sinar matahari secara langsung.

Baca Juga: Maintenance Aquascape Kantor Pemasaran Senayan City

  1. Sistem Filtasi yang Baik

Fungsi filter di dalam akuarium yaitu untuk menjaga air tetap jernih dan memiliki kualitas yang optimal bagi ikan-ikan yang tinggal di dalamnya. Jadi, kita bisa menggunakan berbagai macam jenis sitem filtrasi yang ada mulai dari sitem filter mekanis, kimiawi, dan biologis.

  1. Penggantian Air

Dengan tersedianya filter dengan kualitas baik, hal ini sering kali membuat kita beranggapan bahwa air yang jernih di dalam akuarium masih berada dalam kondisi yang baik. Jangan sampai kita tertipu dengan warna air akuarium yang masih terihat jernih, karena sering kali kandungan kimiawi yang terlarut di dalam air sudah berubah tanpa sepengetahuan kita sehingga membahayakan biota-biota air yang tinggal di dalamnya.

Pergantian air akuarium harus selalu dilakukan secara rutin. Umumnya kita bisa mengganti air di dalam akuarium sekali dalam seminggu. Volume air yang diganti juga bervariasi, tetapi disarankan untuk mengganti sekitar 20-30 persen volume air di dalam akuarium dengan air yang baru. Cara ini dilakukan untuk mencegah ikan diskus mengalami stress akibat pergantian air.

  1. Pakan

Ada banyak pakan yang bisa diberikan bagi ikan diskus. Kita bisa memberi ikan tersebut dengan pakan alami berupa artemia dan cacing beku (bloodworm) yang banyak dijual di toko ikan. Namun kita juga bisa memberi ikan diskus pakan buatan salah satunya pelet dan burger diskus. Burger diskus adalah pakan buatan yang sangat baik bagi ikan diskus karena memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan fisik dan warna ikan. Burger diskus dibuat dari berbagai macam campuran mulai dari jantung sapi, daging ikan, udang, wortel, dan bayam. Bila kita memiliki waktu dan mau repot, kita bisa membuat burger diskus yang resepnya bisa Anda dapatkan dari berbagai macam sumber di internet.

Selain pilihan pakan yang tepat untuk ikan diskus, kita juga perlu memerhatikan frekuensi pemberian pakan bagi ikan ini. Umumnya, kita bisa memberi makan ikan tersebut pada pagi dan sore hari dengan jumlah pakan yang disesuaikan dengan jumlah ikan di dalam akaurium.

Bila kita ingin memelihara ikan ini di rumah sebagai koleski, kita juga bisa mendekorasi akuarium dengan menambahkan pasir, batu, kayu, dan tanaman hias. Hal ini tentunya jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan memelihara ikan ini pada akuarium yang kosong. Memang memelihara ikan ini terbilang cukup rumit, tetapi hal itu akan terbayar lunas saat melihat ikan-ikan diskus kita dalam keadaan sehat sedang berenang-renang cantik di dalam aquascape.

Pada artikel selanjutnya, kami akan memberikan berbagai macam tips dalam memilih ikan diskus yang akan kita beli, jadi sampai jumpa di artikel selanjutnya.