Pencahayaan Terumbu dan Koral di Aquarium Air Laut

Pencahayaan Terumbu dan Koral di Aquarium Air Laut – Pada artikel kami di edisi awal mulanya, sudah diterangkan permasalahan pencahayaan aquarium (lighting) pada dasarnya. Artikel kami pada edisi ini, coba membahas permasalahan pencahayaan lebih jauh, terutamanya untuk Corals Reef Aquaria.

Terumbu Karang, sebenarnya ialah usaha keras milyaran alga tunggal (zooxhantellae ) serta juta-an koloni polyp karang, yang tercipta dalam kurun waktu yang lumayan lama. Karang jari (Acropora) dalam kondisi maksimal, satu tahun cuma dapat makin bertambah 15 cm. Oleh karenanya dapat dipikirkan berapakah tahun dibutuhkan alam untuk membuat hamparan terumbu yang luas di beberapa basic lautan ?

Pencahayaan Terumbu dan Koral

Zooxhantellae dengan polyps merajut kerja sama atau bersimbiosis dengan mutualisme. Zooxhantellae memasok oksigen serta daya hasil photosynthesis ke badan koral, demikian sebaliknya badan koral / polyps membuat perlindungan zooxhantellae serta memberikannya komponen-komponen serta senyawa kimiawi yang begitu diperlukan oleh alga itu untuk lakukan proses fotosintesis.

Tiada Sinar mustahil ada Zooxhantellae. Tiada zooxhantellae akan tidak ada terumbu. Sinar dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Tingkat intensitas sinar, yang bisa menghidupkan kegiatan fotosintesis alga sel tunggal ini, dalam literatur Corals Reef Aquaria diketahui menjadi Photosynthetically Active Radiation ( PAR ). Pada tubuh polip sendiri ada pigmen warna yang begitu memerlukan kualitas sinar dengan panjang gelombang spesifik untuk proses pewarnaan badan koral. Pigmen ini dapat kita lihat dengan kasat mata pada badan koral yang mendapatkan cahaya lampu fluoresensi mendekati ultraviolet, contohnya dengan Philips Actinic 03 Violet ( 400 sampai 420 nm ), berbentuk butiran halus berwarna hijau yang ada hampir di semua permukaan badan koral.

Type koral yang tubuhnya berwarna kebiruan atau mendekati warna violet, seperti Nano Acro, Blue Acro, serta Purple Acro, mereka memerlukan sinar violet serta kebiruan ( sinar violet 400 sampai 430 nm, sedang biru 430 sampai 480 nm).

Type Yellow Leather Corals membutuhkan sinar kuning yang jelas serta jernih. Gelombang sinar kuning ialah 570 sampai 580 nm.

Green Acro serta Anemonmemerlukan canaya kehijauan ( blU sampai 530 nm ) supaya kita masih memperoleh warna badan acro serta anemon itu masih hijau. Anemon Karpet yang berwarna hijau, jika mendapatkan penyinaran langsung dari sinar matahari dari jam 8:00 pagi sampai jam 17:00 sore, dalam tempo seputar 3 minggu akan beralih warna jadi kuning. Type lainnya, seperti Pink Echinophyllia sp. Suka pada gabungan 3 bola Osram Fluoresensi 40 watt type Fluora 77 warna pink dengan 2 bola Philips Actinic 03 Violet.

Ketidaksamaan kedalaman laut atau air, tingkat kejernihan, perputaran arus, kepadatan kandungan fitoplankton serta Zooplankton, debu pasir serta bahan organik terlarut yang lain di air, menyebabkan terjadinya pergantian pada gelombang sinar yang dipancarkan oleh sumber sinar pada permukaan serta pada basic aquarium atau laut. Sebab kedalaman aquarium biasanya kurang dari satu mtr., ketidaksamaan ini tidak demikian berarti, tapi di laut perihal ini pasti jadi permasalahan. Karenanya, tidak semua belahan laut yang memiliki kedalaman 10 mtr. ada terumbu karang yang hidup subur.

Pada aquarium kita, permasalahan yang ditemui ialah, jika aquarium kita didalamnya ada beberapa type koral yang berlainan keperluan cahayanya. Dalam perihal ini bermakna aquarium kita mesti dipasang beberapa macam lampu, dari mulai yang warna violet, biru, hijau sampai yang bersinar kuning. Bagaimana jadinya aquarium kita dengan lampu warna warni itu ?

Tersebut adalah contoh satu skema pencahayaan pada aquarium watt, yakni 6 Philips actinic 03 (violetsaya sekarang ini yang memiliki panjang 260 cm, lebar 70 cm, serta tinggi 70 cm ( air saja 60 cm ), memakai 5 bola metal halide dengan perincian seperti berikut 3 bola OSRAM POWERSTAR HQI 250 watt Daylight, serta 2 bola RADIUM HQI 250 watt Blue. Di gabung dengan 12 bola Fluoresensi 40 watt, yakni 6 Philips actinic 03 ( violet), 2 Osram Lumilux Delux Biolux ( Daylight/L36W-72 ), serta 4 Osram Fluora 77( pink ). Kemudianditambah kembali 2 bola irit daya Osram Long Live 23 watt, Type Dulux EL VARIO 23W ( Warm / kuning ) serta satu kembali bola irit daya cuma 3 watt ( violet ). Pola formasi bola itu seperti berikut:

Pola di atas tunjukkan kanopi aquarium yang diatur dengan bola-bola fluoresensi serta metal halide. Bola kecil 3 watt ( violet ) tidak ada dalam lingkungan aquarium, tetapi pada bagian aquarium yang berjarak seputar 2 mtr..

Arah dari pemasangan bola 3 watt (violet) ini, menjadi alternatif sinar bulan (Moonlight) pada malam hari. Diluar itu pun membuat aquarium tidaklah terlalu gelap pada malam hari. Sebenarnya ada bola spesial yang berperan menjadi moonlight untuk aquarium laut. Sinar bulan ( moonlight ) begitu dibutuhkan oleh biota laut pada saat-saat spesifik serta ada hubungan skema reproduksi mereka.

Agenda hidup bola-bola itu ialah, pada jam 06:00pukul 08:00 wib yang hidup ialah semua bola Philips Acrtinic 3. Jam 07:00 wib, satu bola HQI 250 watt di tengah mulai dinyalakan. Pada jam 08:00 wib, dua bola HQI 250 watt yang lain dinyalakan serta saat yang bertepatan ke-enam bola Philips Actinic 03 dimatikan. Jam 12:00 wib, siang hari, hidupkan kembali dua bola Osram Lumilux Daylight. Jam 14:00 wib, matikan HQI 250 watt yang di tengah, nyalakan dua bola Osram Long Live 23 watt (Warm white/kekuningan) serta dua bola Osram Fluora 77 sampai jam 17:00 wib. Semenjak jam 16:00, matikan dua bola HQI 250 watt, matikan dua bola Osram Lumilux Daylight, serta hidupkan dua bola Radium 250 watt yang berwarna Violet. Jam 17:00 wib. Osram Fluora 77 serta Osram

LongLive 23 watt semua dimatikan. Jam 18:00 wib, nyalakan Osram lumilux daylight 2 bola. Jam 20:00 wib, matikan dua bola Randium Violet) serta hidupkan 4 bola Philips actinic 03. Jadi sesudah jam 20:00 wib, lampu yang menyala di aquarium ini ialah 4 bola philips actinic 03 serta 2 bola osram lumilux daylight. Sesudah jam 21:00 wib, matikan dua bola philips actinic 03 serta dua osram lumilux daylight. Jadi lampu yang menyala cuma tinggal dua bola philips actinic 03. Di tempat ini waktunya anda memberikan nutrisi serta pakan untuk koral serta ikan hias anda. Saat periode waktu pemberian nutrisi serta pakan, aquarium anda cuma bisa menghidupi powerhead untuk perputaran saja dalam aquarium dengan low speed. Selekasnya sesudah jam 22:00 wib, matikan semua lampu aquarium anda serta nyalakan bola kecil 3 watt sampai jam 6:00 pagi.

Anda dipersilakan memerhatikan dengan jeli periode penyalaan bola-bola itu seperti diterangkan di atas dengan cermat.

Koral-koral yang pada habitat aslinya didapati pada kedalaman lebih dari 10 mtr., semestinya diposisikan dalam lingkungan yang teduh ( di bawah gua-gua live rock ) hingga tidak mendapatkan penyinaran dengan cara langsung.

Semestinya aquarium pun diperlengkapi dengan beberapa rumput hijau dari type Caulerpa spp. yang dapat berperan membuat perlindungan koral- koral yang tidak tahan cahaya langsung dari pencahayaan metal halide di siang hari. Type koral lainnya yang membutuhkan sinar yang begitu jelas, diposisikan pada beberapa tempat yang mendapatkan cahaya langsung dari metal halide aquarium kita. Demikian pula untuk type Yellow Leather Corals serta Polip Matahari yang berwarna orange, type ini membutuhkan sinar kekuningan, jadi semestinya diposisikan pas di bawah bola OSRAM Long Live 23 watt yang memiliki sinar kekuningan ( Warm White).

Supaya pencahayaan aquarium initetap sempurna, semua bola Fluoresensi diganti tiap-tiap enam bulan, serta metal halide tiap-tiap 8 bulan. Semua ballast serta igniter diganti tiap-tiap satu tahun sekali.

Saat ini kita lihat diagram transmisi sinar dalam laut dengan type air Green Coastal Water. Semua panjang gelombang sinar, pada permukaan laut serta pada kedalaman satu mtr., alami penurunan dari 10 sampai 40 %. Serta perbandingan permukaan dengan kedalaman 10 mtr., penurunannya tambah lebih besar yakni mulai 25% sampai 90%. Spesial gelombang sinar yang lebih panjang ( 600 nm sampai 700 nm ). Jika diagram itu diperluas kembali sampai kedalaman 20 mtr., berapakah besar kembali pergantian gelombang sinar itu ? Bila kita perhatikan kembali diagram itu, pada kedalaman 10 mtr., gelombang sinar yang 700 nm atau sinar inframerah akan turun sampai 90% bermakna tinggal seputar 70 nm, selang panjang gelombang ini termasuk juga pada invisible light, yakni gelombang sinar yang warnanya tidak dapat disaksikan oleh kasat mata. Lalu gelombang sinar yang 420 nm, pada kedalaman 10 mtr. akan turunsekitar 25% sampai jadi seputar 315 nm (Ultraviolet).

Gelombang sinar yang 700 nm ( inframerah ) pada kedalaman satu mtr., akan turun 40% hingga jadi 420 nm (Violet). Gelombang sinar lainnya pada kedalaman satu mtr., 420 nm turun 10% jadi 378 nm ( Ultraviolet ); 440 nm turun 10% jadi 396 nm ( Ultraviolet); 480 nm turun 10% jadi 432 nm ( Violet Biru ) 600 nm turun 18% jadi 492 nm ( Biru Hijau) ; 633 nm turun seputar 27% jadi 463 nm ( Biru ), serta 666 nm turun 33% jadi 446 nm (Biru).

Di laut (alam terbuka), sinar matahari dengan gelombang sinar mulai 500 nm sampai lebih dari 700nm demikian masuk ke air sampai kedalaman satu mtr. akan turun jadi seputar 400 nm sampai ke 480 nm (warna violet serta biru).

Perihal ini bisa kita lihat saat anda tengah menyelam di laut, warna sinar di bawah permukaan laut ialah biru ke arah violet, semakin ke semakin ke arah violet, jadi makin dalam kembali, terdapat banyak unsur ultraviolet dari mulai ultraviolet A sampai C.

Dari keterangan di atas, anda dapat ambil satu hipotesa, yang dapat menjawab pertanyaan tersebut : Warna Lampu Apakah Yang Akan Anda Pilih Untuk aquarium Laut Anda ? Agar bisa mengerti lebih jauh permasalahan ini, tabel berikut Hubungan Panjang Gelombang Sinar dengan Warna.

Jalinan Panjang Gelombang Sinar dengan Warna

Pabrik-pabrik bertaraf internasional yang spesial menghasilkan Lighting Sistem untuk Aquarist terutamanya Marine Life serta Corals Reef Aquarist, biasanya memperoduksi bola lampu dengan wavelenghts 420 nm sampai 480 nm (Violet serta Biru) baik itu type bola Fluoresensi ataupun type bola Metal Halide.

Saat ini, anda telah mengerti kenapa sebagian besar aquarium laut tetap pilih gabungan sinar warna Violet serta Biru dengan sinar putih (Daylight serta Cool White), dengan bagian semakin besar di violet serta biru.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti lihat kedalaman aquarium kita. Jika kedalaman aquarium kita (air saja) kurang dari satu mtr. ( seputar 60 cm sampai 80 cm ) semestinya kita pilih lampu warna VIOLET. Apabila kedalaman aquarium kita mendekati satu mtr. atau bahkan juga lebih satu mtr., kita seyogjanya pilih lampu dengan warna biru.

Jika satu aquarium cuma menggunakan lampu biru atau violet saja (4 sampai 8 bola), perihal ini pun memiliki dampak negatif pada kehidupan dalam aquarium kita sebab penyinaran cukup dengan gelombang sinar pendek saja. Bahkan juga kepala kita sendiri dapat berasa pusing, jika memandangi aquarium kita itu yang cukup dengan sinar biru atau violet. Karenanya, lampu violet atau biru dalam aquarium kita mesti digabungkan dengan satu atau dua bola putih ( daylight ) contohnya dengan OSRAM Lumilux Deluxe Biolux Type L36W/72.

HATI-HATI MEMILIH BOLA LAMPU

Sesudah mengerti lebih jauh permasalahan pencahayaan ini, saat ini anda sudah memahami jika ada ketidaksamaan yang significan pada bola lampu warna Biru dengan bola lampu warna Violet dalam hubungan dengan kedalaman aquarium laut kita.

Entrepreneur aquarium yang jual aksesories aquarium serta lampu aquarium, biasanya cuma tawarkan lampu dengan warna pink ( kemerahan ) serta Biru. Serta biasanya beberapa hobiis pilih lampu warna pink serta biru. Jarang yang dapat mendapatkan kan lampu yang berwarna VIOLET dengan pas.

Bola Fluoresen si yang berwarna Violet yang dijumpai tersebar di Indonesia sampai kini ( menurut pengalaman penulis) cuma merk PHILIPS dengan type actinic 03. Sedang bola Fluoresensi merk OSRAM yang banyak juga di tawarkan untuk hobiis aquarium laut (menurut pengalaman penulis) ialah berwarna biru (Type L36W/67) bukan Violet.

Menjadi hobbies, kita harus juga siaga jangan pernah terbeli bola lampu aquarium yang telah sisa gunakan. Karena, meskipun masih tetap dapat menyala dengan baik, semua bola fluoresensi mesti diganti tiap-tiap enam bulan serta metal halide diganti tiap-tiap 8 bulan. Bisa jadi ada entrepreneur aquarium yang nakal serta belumlah berpedoman prinsip Konsumen Satisfaction dalam bisnisnya, hingga tega jual bola lampu yang telah sisa gunakan ( digunakan sendiri) ke pelanggannya.

Sesudah membaca artikel ini, kami mengharap beberapa penggemar aquarium laut terlebih-lebih yang tujuan ke Corals Reef, memahami mesti pilih yang manakah yang sama dengan aquariumnya serta tidak salah ( tertipu) kembali dalam men-setup pencahayaan aquarium lautnya.