Akibat Gagal Cycling Pada Aquarium Air Laut, Mari Kita Simak

Akibat Gagal Cycling Pada Aquarium Air Laut – Berdasarkan siklus nitrogen, aquarium air laut membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk mencapai efektivitas nitrogen cycle nya. Proses ini tidak boleh dilewati, agar aquarium air laut anda bisa sehat ke depan nya. Proses cycling dimulai sejak air laut diisi ke dalam aquarium. Mari kita lihat studi kasus di Ocean World Trans Studio Bandung.

Penyebab Gagal Cycling Pada Aquarium Air Laut - Gambar 1

Pada waktu itu, tahun 2015, instalasi aquarium air laut Science Centre TSB sudah terpasang secara sempurna, air laut sudah disirkulasikan, dan proses cycling kami mulai. Namun, klien kami waktu itu Bapak Chairal Tanjung (adik dari Chairul Tanjung), meminta agar kolam hiu dan aquarium laut segera untuk diisi ikan, kemungkinan besar agar exhibit bisa segera dibuka, menyambut pengunjung selama momen libur lebaran.

Seminggu sejak air laut dimasukkan, ikan-ikan mulai ditambahkan secara bertahap ke dalam aquarium air laut dan kolam hiu tersebut. Ikan pertama yang masuk adalah ikan buntal, kemudian ikan pari, bintang laut, lalu yang terakhir adalah ikan hiu. Apa yang terjadi selanjutnya?

Baca Juga: Apa Itu Nitrogen Cycle? Bahayakah untuk Aquarium Air Laut?

Semua nampak baik-baik saja di tiga hari pertama. Ikan makan dengan lahap, air jernih, dan semua parameter air nampak normal. Pelan tapi pasti, keadaan mulai berubah. Ikan buntal mulai bersembunyi, bintang laut bergerak ke permukaan air, hiu dan pari tidak mau makan, serta menggesek-gesekkan tubuhnya pada batu karang deadrock. Pada akhirnya semua satwa tidak mau makan, meskipun sebagian besar masih bisa bergerak aktif. Kemudian perlahan-lahan bintang laut mulai mati dan bangkainya hancur terdekomposisi tidak wajar, seperti dilapisi lendir. Lalu diikuti kematian ikan buntal, dan dilanjutkan ikan pari totol biru.

Setelah itu, dilakukan pergantian air 50%, karena meskipun parameter air aquarium laut yang terukur menunjukan angka yang normal, pasti ada sesuatu yang salah pada aquarium laut dan kolam hiu ini. Namun ternyata penggantian air tidak menolong banyak. Pasir substrat membusuk, berbau seperti lumpur got dan berwarna hitam. Akhirnya, semua satwa yang ada di dalam aquarium laut dan kolam hiu tersebut mati dengan kondisi badan nya mengalami bercak-bercak merah, diduga karena aktivitas bakteri jahat.

Akhirnya, aquarium air laut tersebut dikosongkan untuk sementara waktu, proses cycling dimulai lagi, dengan aturan waktu yang benar, dan akhirnya mendukung untuk kehidupan satwa laut.