6 Prinsip Dasar Memulai Aquarium Air Laut

Memulai Aquarium Air Laut – Jika anda pecinta panorama bawah laut maka memiliki aquarium air laut di rumah atau tempat kerja anda menjadi alternatif menghadirkan kebahagian dan membantumu menghilangkan stres. Aquarium air laut juga saat ini memiliki trend yang dipandang lebih daripada aquarium air tawar. Selain dapat memberikan keindahan pada sebuah elemen dekorasi yang baik secara visual juga dalam pembuatan dan perawatanya aquarium air laut mempunyai treatment khusus, karena tidak semudah memiliki aquarium air tawar konvensional. Selain memiliki perawatan yang berbeda, ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk memiliki aquarium air laut.

Jika kamu termasuk orang yang hendak menambahkan aquarium air laut sebagai salah satu elemen dari interior rumah, berikut 6 prinsip dasar yang harus kamu ketahui dalam membuat aquarium air laut!

6 Prinsip Dasar Memulai Aquarium Air Laut

1. Pahami Ekosistem dari Aquarium Air Laut

Setiap aquarium air laut memiliki jenis ekosistem yang berbeda. Perbedaan ekosistem berarti berbeda perawatan serta perlengkapan yang kamu perlukan juga. Beberapa jenis ekosistem aquarium air laut yang umumnya dimiliki para pecinta aquarium air laut adalah ekosistem FOWLR (fish only with live rock) yang hanya terdiri dari batu dan ikan laut hias, ekosistem terumbu karang, ekosistem kuda laut, ekosistem terumbu karang air dingin, dan berbagai jenis ekosistem lainnya. Semakin lengkap atau sama dengan kondisi ekosistem pada aquarium dengan ekosistem aslinya di laut akan semakin baik.

Ekosistem FOWLR adalah ekosistem aquarium air laut paling dasar yang menjadikan ikan hias air laut sebagai elemen utamanya tanpa memikirkan penggunaan koral. Meskipun begitu, kamu bisa menggunakan koral buatan sebagai daya tarik aquarium yang menarik sekaligus membantu ikan-ikan hias yang umumnya bersimbiosis dengan koral menjadi lebih betah hidup di aquarium air laut milikmu. Selain itu, pemula dalam hobi aquarium air laut juga kerap menggunakan ekosistem terumbu karang dengan soft corals seperti leathers corals, zoanthids, dan mushrooms corals yang memang lebih mudah beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi akuariuam air laut.

2. Pahami Coral

Coral atau umumnya orang kenal terumbu karang adalah salah satu elemen dekorasi dan ekosistem dari aquarium air laut yang menjadikannya berbeda dengan aquarium air tawar. Jenis-jenis koral yang bisa kamu aplikasikan pada aquarium air laut ada banyak; selain berbeda dalam hal bentuk visual, koral aquarium air laut juga memiliki karakter yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis koral yang umumnya digunakan dalam aquarium air laut:

  • Soft Corals, koral jenis ini paling mudah beradaptasi dengan berbagai jenis sistem pencahayaan dan mudah dirawat. Contoh koral dari jenis ini adalah Leather Corals, Xenia, Anthelia, Zoanthids, dan Mushrooms.
  • LPS (Large Polyp Stony Corals), jenis koral ini membutuhkan pencahayan lebih sedang. Umumnya pencahayaan yang cocok untuk jenis koral ini adalah lampu LED 165 watt. Koral jenis ini juga membutuhkan perawatan lebih disiplin karena lebih sulit beradaptasi dan sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.
  • SPS (Small Polyp Stony Corals), koral jenis ini memerlukan pencahayaan yang lebih banyak serta kandungan nutrisi yang lebih rendah pada air. Contoh koral dari jenis ini adalah Acropora, Montipora, Leptoseris, Birdsnests (Stylophora, Pocillopora, Seriatopora), dan juga Stylocoinellas.

Small Polyp Stony Corals umumnya lebih cocok untuk penggemar aquarium air laut yang sudah ahli dan profesional. Untuk kamu yang masih pemula dalam hobi aquarium air laut, Soft corals lebih cocok untuk memulai berkreasi.

3. Beda Ukuran aquarium Air Laut Beda Perlakuan

Hal selanjutnya yang perlu kamu pahami setelah menentukan ekosistem seperti apa yang ingin kamu aplikasikan pada aquarium air laut adalah ukuran dari aquarium air laut yang hendak kamu miliki. Karena beda ukuran aquarium akan berpengaruh pada perlakuan dan elemenya.

Banyak yang mengira nano aquarium atau aquarium air laut berukuran kecil lebih cocok untuk pemula. Padahal, aquarium air laut yang terlalu kecil justru sangat rentan terhadap berbagai permasalahan. Pengondisian air dan komposisi elemen akan menjadi terbatas pada aquarium air laut berukuran kecil.

aquarium air laut berukuran sedang hingga besar adalah pilihan paling tepat untuk kamu yang baru mau memulai hobi aquarium air laut, karena akan memberikan lebih cukup ruang untuk memperbaiki kesalahan perawatan yang dampaknya tidak akan secepat jika kamu menggunakan aquarium kecil. Selain itu, ukuran air laut yang lebih besar akan semakin membuat kamu leluasa dalam menambahkan elemen dan paduan ikan hias didalamnya.

4. Perhatikan Sistem Penyaringan Air Laut

Salah satu hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam memiliki aquarium air laut adalah sistem penyaringan. Ibarat tubuh manusia sistem penyaringan ini diibaratkan sebagai hati yang memfilter darah, sehingga darah sehatlah yang akan diterima setiap organ. Begitupun Sama halnya dengan aquarium air laut, bahkan kolam ikan pada umumnya, sistem penyaringan ini berfungsi untuk memastikan air di dalam aquarium air laut bersih dan bebas dari berbagai zat yang membahayakan organisme yang ada pada aquarium.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menggunakan sistem penyaringan aquarium yang konvensional beresiko aquarium air laut milikmu kehilangan nutrisi yang berguna untuk ikan hias dan juga koral yang ada di dalam aquarium. Untuk menanggulangi itu, gunakan nutrisi tambahan secara berkala.

5. Ikan untuk aquarium Air Laut

Setelah memahami koral seperti apa yang akan kamu gunakan pada ekosistem aquarium air laut-mu, saatnya menentukan jenis ikan yang akan hidup bersama koral di dalam aquarium air laut milikmu. Agak berbeda dengan kolam ikan mini, hal terpenting dalam memilih ikan yang akan mengisi aquarium air laut milikmu adalah kecocokannya antar ikan yang satu dengan ikan yang lain. Apalagi, banyak jenis ikan yang memiliki karakter yang besifat teritoris dimana ikan biasanya enggan membagikan areanya untuk ikan lain.

Setelah ikan dipilih, buatlah ekosistem aquarium air laut semirip mungkin dengan ekosistem aslinya di laut untuk membuat ikan lebih nyaman dan tidak mudah stress dengan menambah koral yang umumnya ada pada ekosistem dimana ikan itu hidup di laut.

6. Sistem Pencahayaan dari aquarium Air Laut

Sistem pencahayaan adalah perlengkapan lain yang perlu dipahami setelah sistem penyaringan pada aquarium air laut, terutama jika di dalam aquarium air laut terdapat koral. Koral membutuhkan cahaya yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Untuk pilihan sistem pencahayaan, jenis lampu LED sangat direkomendasikan untuk pemula. Selain lebih hemat listrik dan tak mudah rusak, cahaya dari lampu LED cukup baik untuk pertumbuhan dari koral yang ada di dalam aquarium air laut.

Dengan memahami terlebih dahulu ke-enam hal mendasar dalam memulai hobi aquarium air laut, kamu nggak hanya jadi lebih siap tetap kamu juga bisa memastikan aquarium air laut yang kamu miliki lebih indah, awet dan tahan lama. Selamat berkreasi dan menyelami keindahan bawah laut dalam rumah!