Apa Penyebab Kematian Ikan Hias dalam Aquarium Air Laut?

Penyebab Kematian Ikan Hias  –  Aquarium air laut memang memiliki keindahan yang jauh lebih memesona apabila dibandingkan dengan aquarium air tawar. Oleh karena itu, banyak orang yang memutuskan untuk mengganti aquascape di rumah mereka dengan aquarium air laut. Namun, berbagai keluhan mulai muncul salah satunya adalah kematian ikan-ikan di dalam akuarium. Kematian ikan-ikan di dalam aquarium disebabkan oleh beberapa faktor seperti kualitas air yang buruk, sistem filtrasi yang tidak berfungsi, kepadatan ikan, dan masih banyak lagi. Kita akan mengupas beberapa hal yang menjadi penyebab utama kematian ikan-ikan di dalam aquarium laut.

v

Penyebab Kematian Ikan Hias

  1. Sitem Filtrasi yang Tidak Tepat

Sistem filtrasi pada air laut jauh lebih rumit apabila dibandingkan dengan sistem filtrasi pada air tawar. Kerumitan tersebut dapat terlihat mulai dari kelengkapan alat-alat yang digunakan, obat atau vitamin yang diberikan, kandungan di dalam air laut, dan masih banyak lagi. Hal-hal seperti ini perlu mendapatkan perhatian lebih agar dapat menunjang kehidupan satwa di dalam akuarium.

Baca Juga: Perawatan Aquarium Air Laut Fish Only

Harga alat-alat pada akuarium air laut cenderung mahal, salah satunya adalah skimmer. Skimmer adalah alat yang pasti selalu ada di dalam sistem filtrasi air laut. Secara sederhana, alat ini berfungsi untuk menyaring air laut. Skimmer mempunyai ukuran-ukuran tertentu yang disesuaikan dengan kapasitas air yang bisa disaringnya. Namun, karena alat ini mahal, beberapa orang memaksakan untuk memakai skimmer dengan kapasitas kecil untuk akuarium yang ukurannya besar. Hal ini menyebabkan proses filtrasi di dalam akuarium dapat terhambat sehingga menyebabkan kualitas air menjadi buruk dan akhirnya ikan-ikan di dalamnya pun mati. Jadi sesuaikanlah kapasitas skimmer yang digunakan dengan ukuran akuarium agar proses filtrasi dapat berjalan dengan optimal.

  1. Kandungan di Dalam Air yang Buruk

Penyebab Kematian Ikan Hias - Kandungan air buruk

Dalam memelihara akuarium air laut, kita perlu memerhatikan berbagai kandungan air yang terdapat di dalam air salah satunya adalah kadar garam atau salinitas air.  Kadar garam pada air laut yang pas adalah sekitar 25-30 per mil (‰). Saat air pada akuarium air laut berkurang, kita sebenarnya bisa menambahkan air tawar untuk mengembalikan volume air seperti semula, tetapi diperlukan pehitungan yang tepat agar tidak sampai mengurangi kadar salinitas air yang dapat menggangu kehidupan biota-biota di dalam akuarium.

  1. Kepadatan di Dalam Akuarium

Kita tentunya sangat senang saat melihat berbagi jenis ikan cantik yang berenang kesana-kemari di dalam akuarium. Karena itu, kita sering membeli berbagai macam jenis ikan untuk dijadikan koleksi tambahan di dalam akuarium. Namun, kita juga perlu memerhatikan kepadatan ikan di dalam akuarium. Jangan sampai ikan yang kita pelihara melebihi kapasitas ideal dalam suatu akurium. Jika jumlah ikan di dalam akuarium berlebihan,  cepat atau lambat ikan-ikan itu pasti akan mati.

Jenis ikan yang kita akan pelihara juga perlu kita perhatikan. Ada beberapa jenis ikan air laut yang bersifat agresif dan territorial. Jadi saat ingin membeli ikan hias air laut, kita bisa mencari infomasi telebih dahulu mengenai sifat ikan yang kita beli. Jangan sampai ikan hias yang baru kita beli justru menjadi ancaman bagi ikan-ikan lain di dalam akuarium.

Baca Juga: Projek Aquarium Air Laut di Menteng, Jakarta

  1. Ketidaksesuaian Pakan yang Diberikan

Kematian ikan-ikan di dalam akaurium bisa juga disebabkan oleh ketidaksesuaikan pakan dan jumlah pakan yang diberikan. Tidak semua jenis ikan hias air mau memakan pakan buatan. Jadi sebelum membeli ikan, kita bisa menanyakan kepada si penjual pakan apa yang cocok bagi ikan tersebut.  Pakan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan jumlah ikan di dalam akuarium.

  1. Ketidaksabaran Pemilik Akuarium

Kita tentunya tidak sabar untuk melihat akuarium kita yang baru segera diisi oleh berbagai macam jenis satwa laut yang cantik. Namun, ketidaksabaran kita bisa menjadi petaka bagi biota-biota laut di dalam akuarium. Akuarium air laut membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk mencapai peforma maksimal dalam siklus nitrogennya. Siklus ini dimulai saat akuarium pertama kali diisi air laut, proses ini tidak boleh dilewati demi keselamatan biota-biota laut yang akan tinggal di dalam akaurium tersebut. Jika kita tetap memaksa untuk memasukan ikan ke dalam akuarium yang proses nitrogen cycle-nya belum selesai, maka dapat dipastikan ikan-ikan tersebut akan mati. Memang proses ini memakan waktu yang cukup lama, tetapi siklus ini menjadi hal yang sangat penting agar ekosistem di dalam akaurium bisa sehat ke depannya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dibutuhkan perhatian dan biaya ekstra dalam membuat dan memelihara akuarium air laut. Namun hal itu dapat terbayar lunas dengan keindahan akuarium air laut yang tiada taranya. Bila Anda tertarik untuk memiliki aquarium laut di rumah, Anda bisa menjadikan Akvodecor sebagai pilihan yang tepat untuk mengurus segala kebutuhan akuarium Anda.