Ikan Hias Air Laut Yang Di Pelihara Dalam Aquarium (Part 1)

Ikan Hias Air Laut – Adalah jenis ikan yang biasa dipelihara dalam Aquarium Air Laut. Ikan ini memiliki warna yang beragam dan indah jika sudah di padukan dalam Aquarium dengan coral atau karang. Ikan Hias Air Laut memiliki size yang beragam dengan habitat yang berbeda.

Ikan Hias Air Laut Yang Di Pelihara Dalam Aquarium

Tidak semua jenis ikan hias air laut bisa hidup berdampingan dalam Aquarium. Seperti contohnya ikan predator laut yang saat ini juga sudah banyak di pelihara dalam Aquarium tentu tidak bisa hidup berdampingan dengan ikan hias air laut yang lainnya.

Berikut beberapa contoh ikan hias air laut yang sudah banyak di pelihara saat ini :

  1. Ikan Badut (Clownfish)

Ikan Badut (Clownfish)

Ikan badut atau clownfish adalah jenis ikan yang hidup bersama anemon. Anemon dengan ikan badut hidup saling menguntungkan (Simbiosis Mutualisme). Anemon adalah tumbuhan laut yang memiliki tentakel beracun. Anemon termasuk tumbuhan pemakan hewan (Karnivora) yang mampu melumpuhkan hewan dengan tentakel nya. Ikan badut adalah ikan yang dapat mengatasi racun anemon, ikan ini memiliki lapisan lendir yang bertindak sebagai perisai pelindung dari sengat tentakel anemon yang berbahaya.

Baca Juga: Tipe-Tipe Ikan Badut yang Bisa Kamu Pelihara di Aquarium Laut

Ikan badut memperoleh makanan dan perlindungan dari anemon, sedangkan anemon mendapatkan pembersihan tubuh dari sisa makanan dan tentakel yang sudah mati. Ikan badut berukuran kecil dengan panjang antara 5-11cm. Ikan ini pada umum nya memiliki warna belang orange dengan putih. Ikan badut hidup di perairan yang hangat. Selain memakan sisa makanan anemon, ikan badut juga memakan alga dan plankton. Ikan badut hidup berkelompok yang didalamnya hanya ada satu pejantan, satu betina, dan sisanya ikan badut hermaprodit (ikan badut yang bisa berubah kelamin dari jantan menjadi betina).

  1. Ikan Baronang

Ikan Baronang

Ikan baronang (Siganus Canaliculatus) mempunyai warna tubuh yang indah. Ikan ini sering juga disebut dengan ikan kea-kea, biawas, dan samadar. Ikan baronang memiliki sisik-sisik halus di tubuhnya. Warna tubuhnya sangat bervariasi. Sirip di punggung dan pangkal bawah tampak tajam. Sirip ekornya berbentuk segitiga. Tubuhnya agak ramping dan pipih. Bentuk kepalanya cekung. Punggungnya berwarna kecoklatan dan kehijauan serta bagian perutnya berwarna keperakan.

Panjang tubuhnya bisa mencapai 25cm. Ikan baronang termasuk ikan herbivora, seperti rumput laut dan tumbuhan laut lainnya. Punggungnya terdapat duri tajam yang mengandung racun. Racun ini dapat menyebabkan luka/sakit. Namun, meskipun beracun ikan ini juga aman untuk di konsumsi. Selama musim-musim tertentu benih beronang dapat diperoleh dalam jumlah banyak. Ikan baronang mempunyai toleransi besar terhadap suhu dan pertumbuhannya cepat sehingga ikan ini sering di pelihara dalam kolam.

  1. Ikan Injel

Ikan Injel

Ikan injel biasa hidup dilaut dangkal dekat dengan terumbu karang. Ikan ini banyak ditemukan di Samudra Atlantik dan Hindia. Tubuh ikan injel berwarna terang dan tajam. Tubuhnya berbentuk pipih. Ikan ini mirip dengan ikan kepe-kepe. Bedanya ikan ini memiliki duri preoperkulum. Ikan injel bermulut kecil dengan sirip dada yang relatif besar. Sirip ekornya bulat dan agak mirip dengan bulan sabit. Panjang tubuh ikan ini antara 20-30cm, bahkan ada yang mencapai 60cm.

Ikan ini dikenal tidak pernah takut dengan makhluk yang baru dilihatnya. Ikan injel sering dijadikan ikan hias karena ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ikan ini hanya hidup dikedalaman laut hingga 50 meter. Ikan ini suka memakan zooplankton, alga, spons, tunikata, hidroid, dsb. Injel ini termasuk hewan diurnal (beraktivitas disiang hari). Saat malam hari, ikan ini akan bersembunyi di celah karang. Ikan ini hidup berpasangan. Semua jenis spesies ikan injel bersifat hermafrodit protogoni, yaitu ikan betina akan berubah menjadi ikan jantan saat dewasa. Ikan injel bertelur sangat banyak. Telur-telur nya akan mengapung di air dan sering dimakan oleh plankton.

  1. Ikan Kepe-Kepe

Ikan Kepe-Kepe

Ikan kepe-kepe adalah ikan laut yang mempunyai warna yang unik dan mencolok. Ikan ini suka hidup diterumbu karang di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan Samudra Atlantik. Ikan kepe-kepe mirip dengan ikan injel, namun ikan kepe-kepe tidak memiliki duri preoperkulum di tutup insangnya. Ukuran ikan kepe-kepe cukup kecil, sekitar 12-22cm. Namun, ada juga satu jenis ikan kepe-kepe yang bisa tumbuh mencapai 30cm. Warna tubuhnya sangat terang dan berpola mencolok, antara lain hitam, merah putih, biru, merah, orange, dan kuning. Sirip ekornya agak bulat dan tidak bercabang.

Ikan kepe-kepe aktif di siang hari (diurnal). Ikan ini suka tinggal di kedalaman kurang dari 18 meter. Ikan kepe-kepe hidup secara berpasangan. Ikan kepe-kepe suka memakan koral dan zooplankton. Saat malam hari, ikan kepe-kepe suka bersembunyi di celah-celah karang dan menampakkan warna yang agak berbeda dengan warnanya disiang hari. Ikan kepe-kepe berenang dengan tenang dan anggun. Ikan kepe-kepe disebut juga dengan ikan kupu-kupu karena mempunyai warna dan tubuh indah seperti kupu-kupu. Ada juga yang menyebutnya ikan daun-daun karena bentuknya yang lebar seperti daun. Dalam bahasa inggris, ikan ini dinamakan Butterflyfishes, Bannerfishes, atau Coralfishes.

  1. Ikan Lepu

Ikan Lepu

Ikan lepu sering disebut juga ikan lepu ayam atau ikan singa. Dalam bahasa inggris disebut lion fish. Dinamakan ikan singa karena sirip dadanya berukuran besar seperti kipas, sirip punggungnya panjang, dan tubuhnya bergaris-garis serupa singa. Ikan ini hidup di perairan hangat Hindia dan Pasifik, yaitu kawasan yang berkarang dan berbatu dengan kedalaman maksimal 50 meter. Ikan lepu suka menyerang ikan lain yang memasuki wilayah/tempat tinggalnya. Ikan ini termasuk hewan nokturnal (Beraktivitas di malam hari). Saat siang hari, ikan ini bersembunyi dilubang karang.

Baca Juga: Ikan Lepu (Scorpionfish) Si Penghuni Karang yang Mematikan

Ikan ini bergerak lambat ketika hendak menangkap mangsanya. Namun, ketika sudah mendekati mangsanya, ikan ini akan menyergap secepat kilat. Ikan ini mencegah mangsanya melarikan diri dengan menggunakan sirip dadanya. Ikan ini suka memakan hewan-hewan kecil, seperti ikan, udang, dan kepiting. Ikan ini termasuk hewan yang suka hidup menyendiri (soliter). Namun, saat musim kawin, ikan ini akan hidup berkelompok. Panjang tubuh ikan ini bisa mencapai 43cm. Usia ikan ini bisa mencapai 10 tahun. Sirip punggungnya bertulang dan berbahaya jika mengenai kulit. Tertusuk sirip ikan lepu akan menyebabkan pusing, luka, sesak napas, bahkan kematian.

Artikel Ikan Hias Air Laut Yang Di Pelihara Dalam Aquarium (Part 2), bisa dibaca disini.